LIPUTAN

VISI LPPM STT GARUT

Menjadi pengelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu mengoptimalkan sumber dayanya untuk menciptakan luaran di bidang kerekayasaan yang berdaya saing global berbasis kearifan lokal pada Tahun 2030

Apakah Tridharma itu?

Tridharma adalah tiga kewajiban perguruan tinggi yang meliputi 1) pendidikan dan pengajaran; 2) penelitian dan pengembangan; dan 3) pengabdian kepada masyarakat. Dosen melaksanakan penelitian untuk menyelesaikan isu strategis yang ada di tengah masyarakat. Identifikasi masalah, serta pengujian dan penerapan solusinya dilakukan melalui kegiatan pengembangan dan pengabdian kepada masyarakat. Luaran dari kegiatan penelitian, pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat disampaikan oleh dosen kepada mahasiswa dalam kegiatan pengajaran.

Apakah PPM itu?

PPM atau Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan tugas utama dan kegiatan pokok dosen. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan/atau pengujian suatu cabang pengetahuan dan teknologi. Pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Mahasiswa program sarjana wajib mengikuti pembelajaran penelitian dan pengabdian.

Apakah LPPM itu?

LPPM atau Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat adalah unit kerja dalam bentuk kelembagaan yang berkewajiban untuk menyusun dan mengembangkan rencana program, peraturan, panduan, dan sistem penjaminan mutu internal; memfasilitas, melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengabdian; melaksanakan diseminasi hasilnya; memfasilitas peningkatan kemampuan dan memberikan penghargaan kepada pelaksananya; dan melaporkan kegiatan yang berada di bawah pengelolaannya.

Keselarasan Tridharma

 


Keselarasan Pengabdian dengan Penelitian

Dijelaskan dalam UU nomor 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi bahwa tujuan Pendidikan Tinggi bertujuan untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat berbasis penalaran dan karya penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Keharusan tersebut tercermin dalam kata "berbasis", dan karya penelitian yang dimaksud adalah karya yang telah bisa diterapkan agar dapat mewujudkan manfaat yang dimaksud. 

Kontribusi Penelitian bagi Pengajaran

Karya penelitian yang dimaksud adalah IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Dijelaskan dalam UU tersebut bahwa IPTEK merupakan hasil penelitian yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora. Hasil penelitian tersebut digunakan dalam pengajaran untuk menghasilkan lulusan yang menguasai cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi.

Dosen sebagai ilmuwan memiliki tugas mengembangkan suatu cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi melalui penalaran dan penelitian ilmiah serta menyebarluaskannya. Hasil pengembangan tersebut wajib dituangkan oleh dosen secara persorangan atau berkelompok dalam buku ajar atau buku teks yang diterbitkan oleh perguruan tinggi dan/atau publikasi ilmiah sebagai salah satu sumber belajar. Entitas penting yang berinteraksi dengan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran adalah sumber belajar.

Pengajaran dan Perjalanan Riset

Penelitian merespon masalah atau kebutuhan masyarakat dengan solusi IPTEK berdasarkan peta jalan penelitian dunia. Sivitas akademika menghubungkan perjalanan penelitiannya dengan peta jalan agar hasil penelitiannya tidak hanya menjadi solusi bagi masyarakatnya saja tetapi juga berkontribusi sedikit dalam pengembangan tubuh pengetahuan. Hasil penelitian didiseminasikan agar perjalanan penelitiannya diwarnai oleh kontribusi peneliti luar kampus. Dengan demikian hasil penelitian itu tidak hanya mengembangkan tubuh pengetahuan kampus tetapi juga tubuh pengetahuan dunia.  

Hasil Monev Pengabdian Tahun Akademik 2019/2020

Workshop Penyamaan Persepsi Pengajar Pelatihan dan Sertifikasi bidang TIK

Sabtu, 12 September 2020, sejumlah dosen program studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut mengikuti Workshop Penyamaan Persepsi Pengajar Pelatihan dan Sertifikasi bidang TIK. Para dosen akan menjadi pengajar pada program Balitbang SDM Kemenkominfo tersebut yang meliputi Office dan Jaringan Dasar. Workshop dihadiri oleh peserta Nasional dari berbagai provinsi. 


Program nasional ini akan menyasar kalangan muda yang membutuhkan keahlian TIK tersebut untuk keperluan pekerjaan. Dengan keterlibatan dosennya ini, Sekolah Tinggi Teknologi Garut diproyeksikan akan menjadi pusat Pelatihan dan Sertifikasi untuk wilayah Jawa Barat dan Garut khususnya. Dalam pelaksanaannya nanti, dosen berperan sebagai pengabdi perguruan tinggi yang membantu program pemerintah.

Livestream Webinar bersama KEMENDESPDTT dan KOMPAK

Webinar Bersama KEMENDESPDTT dan KOMPAK

Pada hari Senin, 31 Agustus 2020, STT (Sekolah Tinggi Teknologi) Garut didaulat oleh KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan Kemitraan Pemerintah Australia - Indonesia) sebagai narasumber dalam kegiatan Webinar yang dikelolanya untuk menyampaikan pengalaman KKN, khususnya dalam konteks penerapan teknologi inforrmasi di desa. Acaranya diberi judul Bersama Mewujudkan Pemanfaatan Teknologi Informasi yang Aman dan Bermanfaat di Desa. Acara tersebut berbarengan dengan hari terakhir pelaksanaan KKN STT Garut. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa peserta KKN, dosen pembimbing lapangan, serta perguruan tinggi dan unsur pemerintahan di Indonesia.

Pengantar Webinar sekaligus membuka acara tersebut adalah DR Hilmi Aulawi, S.T., M.T. selaku ketua STT Garut. Pemaparan beliau terkait kegiatan pengabdian dan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di STT Garut di masa Pandemi kemudian diperluas dalam pemaparan Rinda Cahyana, S.T., M.T., selaku kepala LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) STT Garut. Muhammad Rikza Nasrulloh Samsul, S.T., M.Kom selaku ketua Relawan TIK Garut menambahkan pengalamannya terkait bagaimana Relawan TIK melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam kegiatan pengabdian STT Garut.

Ida Farida, S.T., M.T selaku ketua panitia KKN STT Garut turut menyampaikan hasil evaluasinya terkait pelaksanaan KKN tahun ini dan bagaimana respon mitra terhadap pelaksanaan KKN. Sekretaris Desa yang turut hadir dalam Webinar mewakili Kepala Desa Cikandang Garut menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa STT Garut selama KKN, khususnya dalam pengembangan situs web desa yang sangat dibutuhkannya.

Samsul Widodo selaku Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal KEMENDESPDTT Republik Indonesia menyampai sambutan sekaligus paparan singkat berkenaan dengan urgensi BUMDES sebagai pusat perdagangan daring. Paparan ini sejalan dengan paparan kepala LP2M STT Garut yang merumuskan konsep Telecenter sebagai unit bisnis BUMDES yang berfungsi sebagai Pusat Pembelajaran Daring, Pusat Perdagangan Daring, dan Pusat Bantuan TIK Dasar. 

Kepala LP2M menyampaikan perjalanan STT Garut dalam mengobservasi Telecenter di Garut dan merumuskan desain telecenter yang bisa menjadi solusi pembangunan ekonomi digital di desa dengan melibatkan Relawan TIK. Kampus sebagai basis Relawan TIK dapat melakukan inisiasi dengan menurunkan mahasiswanya sebagai Relawan TIK untuk menyiapkan Relawan TIK lokal yang dapat memfungsikan layanan daring saat Telecenternya dibangun oleh BUMDES. Pemerintah Desa, selain memastikan unit bisnis Telecenter bisa berdiri dengan aset dan dana yang dikelolanya, juga memiliki peran penting dalam pemberdayaan Komunitas / Relawan TIK yang akan berperan dalam memfungsikan layanan digital Telecenter tersebut. Harus ada kerjasama / co-working antara Pemerintahan Desa dengan Perguruan Tinggi dalam proses inisiasi Telecenter tersebut.


     

Peningkatan Kemampuan PPM 2020/2021

 

Pada hari Senin tanggal 24 Agustus 2020, bertempat di ruang rapat Sekolah Tinggi Teknologi Garut, LPPM melaksanakan kegiatan Peningkatan Kemampuan Pengabdi dan Peneliti dari kalangan dosen Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Kegiatan tersebut diikuti oleh dosen tetap dari seluruh program studi. 

Dalam kesempatan tersebut, kepala LPPM memaparkan materi tentang Tugas Pokok Penelitian dan Pengabdian yang mengungkapkan gagasan kampus sebagai Pusat Inovasi dan Kewirausahaan melalui pemberdayaan laboratorium riset dan pengembangan. Dijelaskannya bahwa seluruh sumber daya periset kampus harus dapat memainkan perannya, di mana dosen selaku pekerja laboratorium, alumni selaku asisten laboraorium, dan mahasiswa selaku peserta magang. Pusat Kajian harus menggerakan sumber daya laboratorium untuk menjawab isu strategis yang ada di tengah masyarakat dari hulu sampai hilir. 

Kinerja peran yang dimainkan oleh dosen didasarkan kepada beban kerja sesuai target jabatan fungsionalnya. Dengan demikian, setiap dosen yang beragam jabatan fungsionalnya akan menghasilkan luaran berbeda-beda. Walau demikian luaran tersebut harus diarahkan untuk memenuhi luaran kinerja yang diukur oleh pemerintah melalui SIMLITABMAS.

LPPM pada tahun akademik 2020/2021 akan mulai menjalankan prosedur PPM secara konsisten berdasarkan agenda penelitian dan pengabdian. Pusat kajian atau program studi diharapkan dapat mendorong dosen selaku sumber daya manusianya untuk membuat penelitian dan pengabdian multi-years (3 sampai dengan 5 tahun) yang sejalan dengan isu strategis yang telah digariskan. Namun LPPM juga memberi kesempatan bagi periset untuk mengajukan kegiatan mono-years untuk menyelesaikan isu yang berhubungan secara tidak langsung dengan isu strategis atau yang dimintakan oleh mitra untuk diselesaikan. Kepala LPPM juga mendorong agar dosen dapat membantu mitra, khususnya pemerintah, dalam kegiatan kontrak non penelitian yang dapat dilaksanakan melalui unit bisnis STTG. 

Kepala LPPM menjelaskan royalti luaran penelitian dan pengabdian yang dapat diperoleh dosen dari kampus dan unit bisnis. Diharapkan honorarium dalam dana kegiatan serta royalti tersebut dapat memicu semangat dosen dalam melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian. 


Kegiatan Digital Access Program

Pada tanggal 20 Agustus 2020, Rinda Cahyana - kepala LPPM STT-Garut hadir selaku perwakilan Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Indonesia dlm workshop yang diselenggarakan oleh Common Rooma yang diselenggarakan oleh Common Room. Kepemimpinan publik kepala LPPM STT-Garut pada Relawan TIK Indonesia telah diwujudkannya dalam posisi jabatannya di Pengurus Pusat yang mengetuai bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. 

Workshop tersebut merupakan bagian dari kegiatan Digital Access Program yang diinisiasi oleh  The Department for International Development (Pemerintah Inggris) dan Association for Progressive Communications (Konsorsium Internasional). Common Room melaksanakan kegiatan tersebut mengudang Relawan TIK Indonesia, ICT Watch, APJII, dan lainnya untuk merumuskan buku pedoman yang dapat memandu masyarakat mengoptimalkan fungsi layanan internet berbasis komunitas, khususnya di wilayah Selatan Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut Relawan TIK Indonesia memposisikan Rinda Cahyana untuk berkontribusi pada aspek Teknologi dan Model Bisnis. 

Kontribusi Teknologi dan Model Bisnis yang disampaikan oleh Rinda Cahyana merujuk luaran penelitian STT-Garut. Luaran pertama adalah artikel berjudul Peran Relawan Teknologi Informasi dalam Pemanfaatan Warung Internet Perdesaan yang mengungkap masalah terkait penyediaan teknologi informasi bagi masyarakat perdesaan dalam bentuk Warung Internet Perdesaan dan solusinya yang melibatkan Relawan TIK. Luaran kedua adalah makalah berjudul Memfungsikan Telecenter Sebagai Pusat Pembangunan Ekonomi Digital di Wilayah Perdesaan dengan Melibatkan Relawan Teknologi Informasi yang mengungkap konsep model bisnis Telecenter yang dikelola Badan Usaha Milik Desa dan ditunjang oleh keberadaan Relawan TIK. Kontribusi tersebut dilengkapi oleh pengalaman institusi lain yang menjadi bagian dari kelompok perumusnya. 


Jalinan Silaturahmi antara Kampus dan Masyarakat dengan Pengabdian

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad)

Bila kampus melakukan amal baik kepada masyarakat, insya Allah masyarakat akan mengingatnya, membicarakanya, dan mungkin terus menjalin hubungan silaturahmi demi saling memberi manfaat secara berkelanjutan. Bila ada kepentingan menjaga hubungan silaturahmi, pastinya ada kepentingan utk saling tahu domisili. Dari sanalah kampus dan lokasinya menjadi dikenal masyarakat.

Dan tentu saja masyarakat akan sangat mensyukuri segala nilai yg telah diwariskan kampus melalui sivitas akademiknya. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang telah berbuat kebaikan kepada kalian, hendaklah kalian membalasnya. Jika kalian tidak mampu membalasnya, maka berdoalah untuknya, hingga kalian tahu bahwa kalian telah bersyukur. Allah adalah Dzat Yang Mahatahu Berterimakasih dan sangat cinta kepada orang-orang yang bersyukur.” (HR. Thabrani).

Di antara wujud rezeki bagi kampus adalah mahasiswa baru, dan wujud panjang umur adalah eksistensi kampus. Semua itu dicapai dgn silaturahmi. "Siapa yang hendak dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (H.R. Bukhari Muslim)

Workshop Google Classroom bagi Guru Sekolah Dasar di Cibatu Garut

Pada hari Rabu, 5 Agustus 2020, bertempat di SDN Kertajaya 1 Cibatu Garut, dilaksanakan Workshop TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dengan tema Pemanfaatan Google Classroom dalam Praktek Pembelajaran Jarak Jauh. Kegiatan merupakan kerjasama Gugus 2 SDN 1 Wanakerta dengan Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Kegiatan ini diikuti oleh guru sekolah di lingkungan Gugus Wanakerta 2. 

Dalam sambutannya, Dra Ajam Jamilatul, S.Pd selaku Ketua Gugus menyambut baik inisiatif kerjasama Sekolah Tinggi Teknologi Garut dalam upaya peningkatan kapasitas guru tersebut. Aep Saepudin, S.Pd, M.M selaku Koordinator Wilayah bidang Pendidikan Kecamatan Cibatu menyambut baik inisiatif Workshop PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) yang pertama di wilayah Cibatu, dan menyampaikan amanat kepada sejumlah Kepala Sekolah yang hadir dalam acara pembukaan untuk memperhatikan kondisi siswa dalam penerapan TIK. Pengetahuan guru terhadap praktek PJJ sangat diperlukan untuk mengikuti perkembangan zaman. Pemanfaatan Google Classroom merupakan tahap berikutnya setelah pemanfaatan komunitas maya seperti Whatsapp dalam praktek PJJ. Walau demikian, sekolah diharapkan tidak perlu menerapkan PJJ sekiranya akses siswa terhadap TIK (smartphone dan internet) masih terbatas. Sesi pembukaan ditutup dengan do'a, dipimpin oleh Dede, S.Pd.I selaku Kepala SD al-Ijtihad.  

Bertindak sebagai instruktur dalam kegiatan tersebut adalah Usep Sutandi,S.Pd., M.M. dari SDN Kertajaya 1 yang menyajikan materi pembekalan Literasi Digital. Materinya bersumber dari kegiatan Pengabdian Terprogram Kursus Bina Usaha yang diselenggarakan selama satu semester oleh Sekolah Tinggi Teknologi Garut pada semester ganjil 2019/2020 lalu bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika dan Dinas Koperasi dan UKM kabupaten Garut, serta Kwartir Cabang Gerakan Pramuka kabupaten Garut. Instruktur lainnya adalah Rinda Cahyana, S.T., M.T. dari Sekolah Tinggi Teknologi Garut yang menyajikan materi pengenalan Google Classroom. Materi Google Classroom tersebut sama dengan materi IHT Google Classroom yang sebelumnya disampaikan di SMK Negeri 2 Garut. Kegiatan ini merupakan upaya Sekolah Tinggi Teknologi Garut membantu pemerintah yang mengeluarkan kebijakan pembelajaran daring yang dapat dilaksanakan oleh sekolah di masa Pandemi Covid-19.


 
Copyright © 2014 LPPM STT-Garut. Designed by OddThemes