LIPUTAN

VISI LPPM STT GARUT

Menjadi pengelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu mengoptimalkan sumber dayanya untuk menciptakan luaran di bidang kerekayasaan yang berdaya saing global berbasis kearifan lokal pada Tahun 2030

Apakah LPPM itu?

LPPM atau Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat adalah unit kerja dalam bentuk kelembagaan yang berkewajiban untuk menyusun dan mengembangkan rencana program, peraturan, panduan, dan sistem penjaminan mutu internal; memfasilitas, melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengabdian; melaksanakan diseminasi hasilnya; memfasilitas peningkatan kemampuan dan memberikan penghargaan kepada pelaksananya; dan melaporkan kegiatan yang berada di bawah pengelolaannya.

Apakah PPM itu?

PPM atau Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan tugas utama dan kegiatan pokok dosen. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan/atau pengujian suatu cabang pengetahuan dan teknologi. Pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Mahasiswa program sarjana wajib mengikuti pembelajaran penelitian dan pengabdian.

Apakah Tridharma itu?

Tridharma adalah tiga kewajiban perguruan tinggi yang meliputi 1) pendidikan dan pengajaran; 2) penelitian dan pengembangan; dan 3) pengabdian kepada masyarakat. Dosen melaksanakan penelitian untuk menyelesaikan isu strategis yang ada di tengah masyarakat. Identifikasi masalah, serta pengujian dan penerapan solusinya dilakukan melalui kegiatan pengembangan dan pengabdian kepada masyarakat. Luaran dari kegiatan penelitian, pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat disampaikan oleh dosen kepada mahasiswa dalam kegiatan pengajaran.

Monitoring Pelaksanaan Standar Penelitian di Masa Pandemi Covid-19



Selasa, 4 Agustus 2020, Sulwan Permana, M.T. selaku kepala Lembaga Penjaminan Mutu Sekolah Tinggi Teknologi Garut mengunjungi ruang sidang skripsi yang akan digunakan oleh program studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Rinda Cahyana, M.T. selaku kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr Dini Destiani Siti Fatimah, M.T. selaku kepala Pusat Kajian Sistem dan Teknologi Informasi, dan Ir Asep Deddy Supriatna, M.Kom selaku ketua Kelompok Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. 

Sesuai edaran pemerintah, kegiatan luring penelitian dapat dilaksanakan di kampus dengan memperhatikan protokol kesehatan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Teknologi Garut telah menyebarkan poster protokol kesehatan kegiatan luring Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai wujud pelaksanaan standar nasional terkait kesehatan dan keselamatan pelaksana. 


Pelatihan Google Classroom untuk Guru SMKN 2 Garut



Hari Senin, tanggal 13 Juli 2020 merupakan hari pertama pelaksanaan kegiatan In House Training yang diselenggarakan oleh SMKN 2 Garut. Sekolah tersebut mengundang kepala LPPM STT Garut untuk menjadi pemateri berdasarkan surat undangan nomor 800/128-SMKN2/CadisdikWil XI/2020. Kegiatan ini berjudul Adaptasi Belajar Mengajar di Masa Pandemi Covid-19 Menuju New Normal

Dalam kesempatan tersebut peserta mendapatkan pemahaman terkait internet, bagaimana pembelajaran memanfaatkan Google Classroom di masa pandemi Covid-19, serta apa saja kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan hambatan yang perlu diperhatikan oleh para pendidik yang memanfaatkan platform teknologi tersebut. Materi dapat diunduh di sini, dan buku saku Google Classroom dapat diunduh di sini.

Peningkatan Kapasitas UMKM Bersama Kemenkopukm RI


Pada tanggal 11 Juli 2020, bertempat di Hotel Harmoni Garut, Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia mengawali kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Business Plan. Rinda Cahyana, kepala LPPM STT Garut turut serta menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Keikutsertaannya berdasarkan surat permohonan kesediaan menjadi pemateri yang dikirimkan oleh Dinas Koperasi dan UKM kabupaten Garut nomor 005/3011/DKU tertanggal 8 Juli 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Rinda Cahyana menyampaikan materi terkait pemanfaatan teknologi informasi untuk pemasaran. Presentasinya menunjukan bahwa Facebook menempati urutan pertama sebagai teknologi untuk bisnis. Media sosial merupakan taktik alat pemasaran yang paling banyak digunakan. Peserta mendapatkan panduan mengembangkan bisnis dengan Facebook yang bersumber dari materi Laju Digital Facebook. 


Peserta mendapatkan materi dari akademisi dan praktisi. Kegiatan ditutup oleh kepala Dinas Koperasi dan UKM kabupaten Garut. Materi dapat diunduh di sini


Pembekalan Kuliah Kerja Nyata 2020


Dosen STT Garut Menyajikan Hasil Penelitian di AASEC 2020

Pada tahun ini, STT Garut kembali menjadi Co-host AASEC (Annual Applied Science and Engineering Conference), temu ilmiah yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia. Keterlibatan STT Garut sebagai Co-host AASEC dimulai pada tahun 2018. Saat itu ada 20 orang dosen STT Garut yang ikut serta menyajikan 30 hasil penelitian. Pada tahun 2019, partisipasi dosen bertambah menjadi 30 orang dosen yang menyajikan 60 hasil penelitian. Dan pada tahun ini, 31 orang dosen yang menyajikan 55 hasil penelitian.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, bencana Covid-19 menyebabkan panitia AASEC menggelar diseminasi dengan menggunakan Instagram. Setiap peserta menyajikan hasil penelitiannya dalam bentuk video yang meliputi cover, introduction, method, result and discussion, conclussion, dan credit. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dosen STT Garut yang menjadi peserta AASEC. Beruntunglah sebab STT Garut telah membangun studio elearning yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan video tersebut. 

Untuk memudahkan penyiapan videonya, LPPM STT Garut menyediakan template dan panduan pembuatan video dengan template tersebut.

Program Kursus Bina Usaha


Pada semester ganjil 2019/2020, Sekolah Tinggi Teknologi Garut melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Kursus Bina Usaha. Kegiatan tersebut merupakan realisasi kerjasama dengan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Garut dan Relawan TIK Indonesia. Kegiatan dilaksankaan sebagai tindak lanjut ajakan Gubernur kepada Pramuka di Jawa Barat untuk terlibat dalam program Desa Digital, di mana anggota Pramuka diharapkan dapat berperan sebagai wirausahawan dan administrator sistem di desa. Kegiatan juga merupakan upaya mewujudkan rintisan Satuan Karya Informatika di kabupaten Garut yang didorong oleh Relawan TIK Indonesia.

Jumlah pendaftar adalah 42 orang dari kalangan Pramuka dan selainnya, dan jumlah peserta diterima sebanyak 34 orang. Peserta mengikuti kegiatan kursus dua pertemuan setiap hari Sabtu dari empat belas pertemuan yang disediakan, dari tanggal 28 September sampai dengan 16 November 2019 di Area 306 Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Materi dibagi menjadi tiga tahapan, yakni 1) purwa dengan fokus materi pada TIK dasar penunjang digital preneurship; 2) madya dengan fokus materi pada penyediaan lapak dan konten digital; dan 3) utama dengan fokus pada transaksi elektronik. Sebanyak 27 narasumber terlibat dalam kegiatan tersebut. Narasumber berasal dari kalangan dosen berbagai program studi di Sekolah Tinggi Teknologi Garut, pejabat pemerintahan dari Diskominfo Garut dan Diskop UMKM Garut, serta perusahaan dari Biznet dan CeteringGarut.Com.

Peserta melaksanakan tugas pengabdian berupa pendampingan anggota Pramuka Siaga dengan melaksanakan kegiatan literasi digital di Sekolah Dasar dan Madrasah. Sebanyak 16 peserta berhasil menuntaskan kegiatan kursus sampai pada jenjang Utama dengan rata-rata kenaikan pengetahuan dari tahu (73,75) menjadi sangat tahu (83,04). Peserta terbaik putera adalah Ade Chandra dari Kwarran Cikajang dengan skor 100, dan peserta terbaik puteri adalah Bunga Cantika Ahyadi Putri dari Kwarran Sukawening dengan skor 93,43.


Kegiatan ditutup pada tanggal 30 November 2019 dalam kegiatan Seminar dan Pelatihan Nasional Relawan TIK Abdi Masyarakat II. Dalam penutupan tersebut, diserahkan piagam penghargaan secara simbolik kepada perwakilan Narasumber, dan sertifikat kepada perwakilan peserta.


Mengebangkan Cara Berfikir Komputasi dengan Bebras Challenge


Piagam Kerjasama STTG dengan NBO (National Bebras Organization) Indonesia ditandatangani pada tanggal 1 Oktober 2016. NBO Indonesia berafiliasi dengan NBO internasional di mana kegiatannya fokus pada pengembangan kemampuan cara berfikir komputasi. Dengan demikian kerjasama tersebut sudah mengarah ke jejaring global sesuai dengan visi global STTG. LPPM berperan sebagai pelaksana Kerjasama, merencanakan kegiatan dan menyiapkan sumber daya kegiatannya.

Kegiatan kerjasamanya telah berkontribusi kepada STTG, mengisi standar 7 dalam borang akreditasi. Kegiatan yang telah dlaksanakan sejak ditandatangani piagam tersebut di antaranya adalah Bebras Challenge tahunan yang diikuti oleh murid sekolah dasar hingga menengah atas se Indonesia, melibatkan dosen dan mahasiswa STTG sebagai pelaksana kegiatan. Kegiatan tingkat nasional tersebut merupakan pengabdian kepada masyarakat, di mana STTG membantu pemerintah pusat dalam meningkatkan kemampuan informatika masyarakat Indonesia.

STTG merupakan satu-satunya Sekolah Tinggi pertama yang ditunjuk oleh NBO sebagai biro daerah, dan satu satunya biro di Priangan Timur. Umumnya perguruan tinggi yang menjadi biro adalah universitas besar di Indonesia seperti ITB, ITS, UI, dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan hasil interaksi dengan ibu Inggriani Liem di ITB pada tahun 2016 dalam kesempatan membantu program Kemenkominfo RI yang bertajuk Agen Perubahan Informatika.

NBO terlibat aktif dalam perumusan Permendikbud Matpel Informatika yang diberlakukan tahun lalu. Bebras Challenge akan menjadi alat ukur kemampuan siswa setelah mengikuti Matpel tersebut. Dengan demikian STTG menjadi salah satu tempat di Indonesia utk mengukur kemampuan siswa tersebut. Agar Matpel tersebut dapat diterapkan di sekolah dengan baik, Kemendikbud RI melaksanakan pemberdayaan guru Matpel Informatika. NBO diminta untuk ikut serta dengan mengirimkan SDM nya dalam kegiatan tersebut. Salah satu SDM yang dipercaya oleh Kemendikbud RI adalah koordinator biro STTG.

Sekarang ini kegiatan pemberdayaannya dilaksanakan di ibu kota provinsi. Ke depan pemberdayaan dilakukan di kabupaten/kota. Secara khusus NBO mengamanatkan kepada seluruh bironya agar dapat menjadi pusat pemberdayaan guru dan siswa informatika, mewujudkan mimpi FORMIGA (Forum Masyarakat Informatika Garut) STTG tahun 2016. Secara tidak langusung hal tersebut menjadi jalan bagi STTG untuk menjadi satu-satunya lembaga pendidikan tinggi di Garut yang dipercaya oleh Kemendikbud RI untuk menjadi pusat pemberdayaan guru dan siswa informatika. Hal tersebut merupakan tiket gratis interaksi STTG dengan komunitas pendidik dan peserta didik informatika yang sangat luas. Interaksi tersebut merupakan personel branding kampus yang berpotensi memberikan kontribusi calon mahasiswa baik secara langsung ataupun tidak langsung.
 
Copyright © 2014 LPPM STT-Garut. Designed by OddThemes