LIPUTAN

VISI LPPM STT GARUT

Menjadi pengelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu mengoptimalkan sumber dayanya untuk menciptakan luaran di bidang kerekayasaan yang berdaya saing global berbasis kearifan lokal pada Tahun 2030

Pandu Digital Desa


Jum’at, 16 Agustus 2019, bertempat di desa Pasirwangi dan desa Sirnajaya kecamatan Pasirwangi kabupaten Garut, sejumlah Pandu Digital Sekolah Tinggi Teknologi Garut bersama tim Direktorat Pemberdayaan Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menggelar Semiloka Pandu Digital Desa dalam rangka penyadaran literasi digital kepada masyarakat. Seminar diikuti oleh warga desa dari kalangan pelajar, guru, petani, buruh, wiraswasta, perangkat desa, kader PKK, dan ibu rumah tangga. Sementara lokakarya diikuti oleh calon Pandu Digital Desa yang berasal dari dua desa tersebut dan desa sekitar. Pandu Digital penyandang badge biru bertindak sebagai narasumber, dan penyandang badge merah bertindak sebagai asisten narasumber.

Data kuesioner menunjukan bahwa umumnya peserta Semiloka dari desa Pasirwangi baru mengikuti kegiatan terkait literasi digital. Sekalipun kecepatan internet / kekuatan sinyal seluler dalam pengalaman mereka dirasakan baik, namun hampir semuanya belum mengenal pasar online yang mereka minati. Pandu Digital Sekolah Tinggi Teknologi Garut melaporkan kecepatan internet Telkomsel di kantor desa Pasriwangi adalah sekitar 8,90 Mbps downstream dan 1,40 Mbps upstream. Tidak ada peningkatan dan penurunan yang signifikan terkait minat audien terhadap pasar online dan akses informasi secara online. Namun sekitar 23% audien merasakan pengetahuannya tentang manfaat internet untuk meningkatkan pendapatan menjadi baik setelah menyimak film dokumenter yang diputar dalam seminar. Sekitar 11% audien semakin tahu tentang pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk pekerjaan.

Berbeda dengan audien di desa Pasirwangi yang beragam latar belakang pekerjaanya, audien di desa Sirnajaya didominasi oleh lelaki berusia 17-20 tahun dari kalangan pelajar dan wiraswasta. Data kuesioner menunjukan bahwa umumnya peserta mengikuti kegiatan terkait literasi digital. Sekalipun kecepatan internet / kekuatan sinyal seluler dalam pengalaman mereka dirasakan kurang baik, namun hampir semuanya belum mengenal pasar online yang mereka minati. Pandu Digital Sekolah Tinggi Teknologi Garut melaporkan kecepatan internet Telkomsel di kantor desa Sirnajaya adalah sekitar 2,06 Mbps downstream dan 1,35 Mbps upstream. Sekitar 13% audien mulai mengetahui dengan baik tentang keberadaan informasi yang mereka butuhkan di internet, di mana sekitar 16% audien mulai berminat untuk mengaksesnya. Sekitar 9% audien menjadi sangat berminat mendapatkan penghasilan dari internet.

Kegiatan Semiloka ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya. Pandu Digital Sekolah Tinggi Teknologi Garut pertama kali dibentuk dan dilatih pada tanggal 4 Mei 2019; Mereka berlatih menyampaikan literasi digital kepada masyarakat secara berkelompok selama satu minggu dalam program Relawan TIK Abdi Masyarakat yang digelar sepanjang bulan Juli 2019. Pelayanan literasi digital di tengah masyarakat dilaksanakan secara berkelompok selama sebulan pada bulan Agustus 2019 di wilayah kecamatan Pasirwangi.

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 LPPM STT-Garut. Designed by OddThemes